Senin, 30 Agustus 2010

RELIKU KEMATIAN YANG MENGANCAM

Judul                   : Harry Potter and the Deathly Hallows
Penulis                 : J. K ROWLING
Penerbit               : PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA JAKARTA, 2008
Tebal                   : 1008 halaman
Novel karya J. K Rowling memang sangat menabjubkan dari seri 1 hingga 7 mengandung banyak sekali khayalan yang luar biasa mengapa tidak novel-novel yang ia karang menuntut kita untuk melambungkan khayalan dan mengolah kata-kata dalam novel ke dalam khayalan kita, inilah salah satu hal yang membuat novel karangan J. K Rowling ini terasa unik.
Novel ini memiliki greget tersendiri, seperti membuat sang pembaca novel berimajinasi, seakan-akan pembaca novel masuk ke dalam dunia yang diciptakan novelis ini dan membuat sang pembaca ketagihan membaca hingga halaman novel itu terbaca hingga selesai. Sang novelis membuat tokoh utama dalam novelnya menjadi orang yang tangguh karena masalah-masalah berat yang dihadapi terselesaikan walau dengan pertumpahan darah dan kehilangan sanak saudara. Di novel seri 7 ini Harry Potter bersama teman-teman bertarung untuk melawan Voldemort dengan mencari dan merusak Horcrux (nyawa Voldemort yang disimpan pada barang-barang tertentu) sampai akhirnya Harry Potter sendirilah yang harus membunuh Voldemort. Dalam novel seri ini terungkap orang-orang yang dianggap pengikut Voldemort adalah orang-orang yang membantu Harry Potter untuk menang. “Severus Snape bukan milikmu, dia milik Dumbledore. Milik Dumbledore sejak saat kau memburu ibuku. Dan kau tak pernah menyadarinya, karena hal yang tidak bisa kaumengerti. Kau belum pernah melihat Snape membuat Patronus, kan, Riddle?” kata Harry Potter kepada Voldemort. (hal 976)
J. K Rowling memperkenalkan tokoh-tokohnya dengan sangat detail dari kelebihan dan kekurangan para tokoh ia ceritakan. J. K Rowling juga menggambarkan sifat Voldemort yang mempunyai kekuatan dunia kegelapan namun lemah dihadapan cinta dan kasih sayang sedangkan Harry Potter yang terlihat lemah dan selalu ketakutan itu lebih kuat dibandingkan Voldemort karena kekuatan cinta dan kasih sayang. “kalau bukan cinta yang akan menyelamatkanmu kali ini, kau pastilah yakin kau memiliki sihir yang aku tak punya, atau kalau tidak, senjata yang jauh lebih hebat dibandingkan senjataku?” kata Voldemort. “aku yakin dua-duanya,” kata Harry Potter.
Buku ini penuh dengan kejutan dan membuat orang penasaaran, dengan itulah bila buku ini tidak dihabiskan sampai selesai kisahnya akan menggantung atau tidak jelas akhirnya.
Mengingat bahasa yang dipakai adalah Bahasa Inggris dan novel ini di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, maka dirasakan sekali bahwa bahasa yang dipakai sangat baku. Walaupun bahasa sangat baku namun disinilah tingakat kesulitan yang membuat kita penasaran.
Buku ini menyuguhkan penampilan yang luar biasa, mengkhayal dan berimajinasi membuat kita lebih bisa bergerak dalam kreativitas untuk menciptakan sesuatu.

2 komentar: